Teduh di Balik Kamboja
Bangkalan — Suasana sekolah pada pagi hari kembali dihiasi pemandangan yang cukup menyejukkan mata. Kolam ikan tampak tenang di antara pepohonan, sementara pohon kamboja yang identik dengan suasana Pulau Bali turut mempercantik halaman sekolah tercinta. Pemandangan ini sukses membuat suasana sekolah terasa damai dan penuh warna, seakan-akan sedang liburan ke Bali tanpa perlu beli tiket dan menunggu lama.
Di tengah ketenangan tersebut, ternyata ada satu pemandangan yang tidak kalah menarik perhatian warga sekolah. Seorang siswa datang ketika kegiatan pagi sudah berjalan dan langsung berhadapan dengan guru BK yang sedang melakukan pemeriksaan kedisiplinan siswa secara berkala. Wajah sang siswa pun seketika berubah, dari yang semula santai menjadi penuh tanda tanya.
Guru BK kemudian meminta keterangan mengenai alasan keterlambatan siswa tersebut. Berbagai alasan pun menjadi bahan pembicaraan, tetapi satu hal yang pasti: jarum jam tidak mengenal kata kasihan kepada siapa saja. Datang terlambat memang bukan perkara luar biasa, tetapi jika sudah berhadapan dengan guru BK, keberanian untuk menjawab tentu harus tetap terjaga.
Sementara itu, kolam ikan tetap berenang dengan tenang dan pohon kamboja tetap berdiri dengan anggun di halaman sekolah. Keduanya seolah menjadi saksi bisu atas peristiwa pagi itu yang berlangsung sederhana tetapi cukup menghibur suasana. Ikan tetap berenang, kamboja tetap berbunga, sedangkan siswa terlambat harus menerima teguran dengan lapang dada.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ketenangan kolam tidak berarti waktu juga ikut tenang. Pohon kamboja boleh membawa suasana Bali, tetapi bel sekolah tetap membawa realita. Jadi, sebelum berangkat sekolah, jangan hanya siapkan seragam dan buku saja, tetapi pastikan juga datang tepat waktu agar tidak menjadi pemeran utama dalam sidak guru BK yang penuh drama.