Gema Shalawat di Kamis Sore: Syahdunya Latihan Hadrah Tim Rohis SMAN 3 Bangkalan

BANGKALAN – Suasana sore di Mushola sekolah tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (5/2). Di tengah udara sore yang mulai sejuk, terdengar lantunan shalawat yang diiringi tabuhan rebana yang harmonis. Rupanya, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) sedang khusyuk melaksanakan latihan rutin Hadrah.

Latihan yang dimulai tepat setelah jam pelajaran usai ini diikuti oleh sejumlah anggota tim hadrah dengan penuh semangat. Dengan mengenakan seragam batik sekolah, mereka duduk melingkar di atas karpet hijau, fokus memadukan ketukan alat musik tradisional tersebut dengan vokal yang merdu.

Menjaga Tradisi di Era Modern

Kegiatan hadrah ini bukan sekadar hobi bagi mereka. Menurut salah satu anggota, latihan rutin setiap Kamis sore bertujuan untuk mengasah skill bermusik sekaligus mempertebal rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait pujian.

“Latihan ini konsisten kami lakukan untuk mempersiapkan diri jika ada undangan tampil di acara sekolah atau hari besar Islam. Selain itu, ini cara kami healing yang positif setelah penat belajar seharian,” ujar salah satu siswa di sela-sela latihan.

Formasi Lengkap dan Harmonis

Dalam pantauan di lokasi, tim hadrah terlihat membagi tugas dengan rapi:

  • Pemain Terbang (Rebana): Bertugas menjaga tempo dan ritme dasar.
  • Pemain Bass: Memberikan kedalaman nada pada musik.
  • Vokalis: Menggunakan mikrofon untuk memimpin lantunan shalawat agar terdengar jernih ke seluruh area mushola.

Kekompakan mereka terlihat jelas saat transisi tempo dari lambat ke cepat. Meski dilakukan di lingkungan sekolah yang sederhana, dedikasi para siswa ini menunjukkan bahwa seni islami masih memiliki tempat spesial di hati generasi muda.

Dukungan Sekolah

Pihak sekolah senantiasa mendukung kegiatan positif ini. Selain sebagai wadah kreativitas, ekskul Rohis dan tim hadrahnya diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang religius dan memiliki etika yang baik (akhlakul karimah).

Sore itu, latihan ditutup dengan doa bersama sebelum para siswa merapikan peralatan dan kembali ke rumah masing-masing. Suasana hangat dan penuh persaudaraan sangat terasa, menjadi penutup hari yang manis di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *